Kembang Tahu dapat Merangsang Keluarnya ASI

KEMBANG tahu tinggi kadar proteinnya. Rumah sakit memanfaatkannya untuk pemulih kesehatan pasien. Makanan ini juga dianjurkan bagi penderita diabetes dan tekanan darah tinggi, serta konon merangsang ASI sehingga sangat baik bagi ibu hamil dan baru melahirkan.

Tahu merupakan gumpalan protein dari susu kedelai yang telah dipisahkan dengan air tahu (whey) dengan cara pengepresan. Sebaliknya, kembang tahu merupakan lapisan tipis yang terbentuk di permukaan susu kedelai yang dipanaskan. Mungkin karena mengapung-apung di permukaan susu kedelai, maka disebut sebagai kembang tahu.

Di Indonesia, kembang tahu dipakai sebagai campuran sup ayam, sup buntut, kimlo, capcay, dan bihun goreng. Bentuknya yang tipis dan kering memungkinkan kembang tahu disimpan lama tanpa memerlukan lemari pendingin. Produk tersebut mudah ditemukan di berbagai warung dan pedagang sayur keliling.

Jenis kembang tahu
Pernahkah Anda memperhatikan terbentuknya lapisan tipis yang mengapung di permukaan segelas susu sapi panas yang didiamkan mendingin pada suhu kamar? Lapisan tersebut merupakan gumpalan protein dan lemak yang lama-kelamaan akan menebal sehingga dengan mudah dapat diangkat. Jika dicicipi akan terasa lezat, halus, dan agak liat.

Hal yang sama juga akan terjadi jika susu kedelai dipanaskan. Lapisan tipis dari permukaan susu yang telah dipanaskan tersebut di Jepang dinamakan yuba, sedangkan di Indonesia lebih populer disebut kembang tahu. Selain dari kacang kedelai, kembang tahu juga dapat dibuat dari kacang-kacangan lainnya, seperti kacang hijau, kacang gude, kacang jogo, koro benguk, dan lain-lain.

Secara umum, kembang tahu dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu kembang tahu segar, setengah kering, dan kering. Di Jepang, kembang tahu segar disebut nama yuba. Ciri-ciri kembang tahu segar yang baik adalah warna krem kekuning-kuningan, tekstur lembut, ringan, rasa sedikit manis, dan enak rasanya.

Sayangnya, kembang tahu segar ini tidak tahan disimpan lama, yaitu hanya mampu bertahan 2-4 hari pada suhu kamar atau 3-5 hari pada lemari es. Untuk mencegah serangan jamur, kembang tahu basah biasanya dibungkus dengan plastik atau karton kedap udara.

Kembang tahu setengah kering, yang disebut juga nama gawaki atau han gawaki, merupakan kembang tahu segar yang telah dikeringkan sampai kadar air tertentu, tetapi belum sampai rapuh. Kembang tahu jenis ini umumnya dibungkus plastik atau karton dan disimpan pada ruangan biasa.

Jenis ketiga adalah kembang tahu kering yang disebut kanso hashi yuba, merupakan jenis yang paling populer dan paling umum dipasarkan. Kembang tahu ini dibuat dengan cara mengeringkan kembang tahu basah hingga kadar air yang sangat rendah sehingga teksturnya menjadi sangat rapuh.

Karena kadar airnya yang sangat rendah, jenis ini dapat disimpan lama pada suhu kamar. Ada lima bentuk utama dari kembang tahu jenis ini, yaitu lembaran, spiral, rol panjang, rol pendek, dan oharagi. Kembang tahu kering ini dapat disimpan selama 4-6 bulan pada ruangan berpendingin atau kotak kedap udara.

Cara pembuatan
Kembang tahu dapat dibuat, baik dalam skala kecil (tradisional) maupun skala besar (pabrik modern). Di Indonesia umumnya pembuatan kembang tahu masih dilakukan secara tradisional. Selain di Jepang, proses pembuatan kembang tahu secara modern dan besar-besaran antara lain telah dikembangkan di Taiwan dan Hong Kong sejak tahun 1973.

Bahan baku utama dalam pembuatan kembang tahu adalah kedelai dan air. Peralatan yang dibutuhkan adalah wadah perendam kedelai, penggiling kedelai, kain saring, panci, dan wadah pemanas susu kedelai. Proses pembuatannya dibagi ke dalam dua tahapan utama, yaitu pembuatan susu kedelai dan pembuatan lapisan tipis.

Pembuatan susu kedelai
a. Biji kedelai kering dibersihkan dari kotoran, kerikil, pasir, potongan ranting, dan batang kedelai. Biji rusak, hitam, dan berkapang harus dibuang. Setelah itu, biji dicuci sampai bersih. Kotoran dan biji yang mengapung harus dibuang. Pencucian dilakukan sampai air bilasan tampak jernih.

b. Biji yang telah dicuci bersih selanjutnya direndam di dalam air selama 8 jam. Air diganti-ganti setiap 2-3 jam. Setelah itu kedelai ditiriskan.

c. Kedelai dimasukkan ke dalam air mendidih. Besar api diatur agar suhu bertahan 85-90 derajat Celsius. Perendaman dalam air panas ini dilakukan selama 10 menit. Setelah itu kedelai diangkat dan didinginkan dengan air mengalir, kemudian ditiriskan.

d. Siapkan air panas dengan suhu sekitar 90 derajat Celsius sebanyak enam kali berat kedelai kering yang akan diolah. Suhu air ini dipertahankan selama pekerjaan berlangsung. Ke dalam air panas ini ditambahkan bubuk kalsium karbonat sebanyak 0,5 gram untuk setiap liter air panas.

e. Biji kedelai dihaluskan dengan blender atau digiling dengan mesin penggiling sampai menjadi bubur kedelai. Penggilingan dilakukan sambil ditambahkan campuran air panas-kalsium karbonat. Jika air panas yang disediakan tidak habis untuk menggiling kedelai, sisa air dicampurkan dengan bubur kedelai, kemudian diaduk-aduk selama tiga menit.

f. Bubur kedelai disaring dan diperas dengan kain saring rangkap dua. Cairan yang diperoleh disebut sebagai susu kedelai mentah.

Pembuatan lapisan tipis
a. Susu kedelai mentah dimasukkan ke dalam wadah pemanas yang dangkal, tetapi luas permukaannya (seperti nampan) atau dapat juga dengan panci. Susu dipanaskan sampai suhu 90 derajat Celsius sambil diaduk-aduk. Busa yang terbentuk dibuang. Ketika suhu telah mencapai 90 derajat Celsius, susu tidak boleh lagi diaduk.

b. Lapisan tipis akan terbentuk di permukaan cairan. Setelah merata di seluruh permukaan susu, lapisan tersebut diambil menggunakan lidi tebal atau bilah bambu. Setelah lapisan pertama diangkat, akan segera terbentuk lapisan kedua. Demikian seterusnya. Proses tersebut dapat diulang sekitar delapan kali atau sampai tidak terbentuk lapisan lagi.

c. Lapisan tipis tersebut selanjutnya dijemur hingga kering dengan cara menggantungnya bersama dengan lidi atau bambu yang digunakan dalam proses pengangkatan tadi. Dari satu kilogram kedelai rata-rata akan dihasilkan sekitar 0,40-0,55 kilogram kembang tahu kering.

d. Kembang tahu yang telah kering dapat dikemas di dalam kantong atau kotak plastik untuk melindunginya dari udara dan uap air. Kondisinya yang kering menyebabkan mudah menyerap uap air sehingga lama-kelamaan menjadi berjamur dan rusak.

Dianjurkan untuk Ibu Hamil dan Melahirkan
Sesuai dengan jenis bahan bakunya, yaitu kedelai yang kaya protein, kandungan gizi utama dari kembang tahu adalah protein, sekitar 48,9 – 52,3 gram per 100 gram kembang tahu jenis kering. Sumbangan gizi lainnya yang cukup menonjol adalah lemak (13,8-24,1 g/100 g), energi (380 – 432 kkal/100 g), serta sejumlah mineral. Kadar mineral dicerminkan oleh kadar abu yang lumayan.

Di Jepang, kembang tahu merupakan bahan makanan yang sangat populer. Konon, kembang tahu dapat merangsang keluarnya air susu ibu (ASI) sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu-ibu sebelum dan sesudah melahirkan. Kembang tahu juga umum digunakan di rumah sakit sebagai sumber protein pemulih kesehatan para pasien. Hal tersebut didukung oleh tingginya kadar protein dan daya cerna dari protein tersebut.

Seperti halnya kedelai, kembang tahu juga memiliki komposisi asam amino yang sangat baik. Asam amino yang cukup menonjol adalah lisin, yang umumnya sangat rendah pada bahan pangan lainnya.

Kembang tahu sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes melitus. Kembang tahu juga merupakan sumber protein yang sangat baik untuk para vegetarian, yang berpantang produk-produk hewani. Tentu diperlukan kreativitas yang sangat tinggi dalam pengolahan kembang tahu menjadi berbagai makanan sehingga tidak membosankan./*


Sumber: kompas.com | Prof. DR. Made Astawan

Memerah ASI dengan Tangan

Ibu yang harus kembali bekerja harus mengeluarkan ASI-nya agar sang bayi dapat tetap memperoleh ASI eksklusif. ASI yang dikeluarkan disimpan dan diberikan kepada bayi dengan menggunakan sendok atau pipet oleh orang laiin karena ibu sedang bekerja.


Kadang-kadang ASI dalam payudara sedemikian penuhnya sehingga menyebabkan rasa sakit. Jika tidak dikeluarkan, ASI yang penuh justru dapat membahayakan karena dapat menyebabkan saluran ASI tersumbat.

Payudara yang penuh dengan ASI juga dapat menyulitkan bayi untuk menyusu. Jika payudara terasa terlalu penuh, keluarkan sedikit ASI terlebih dahulu sebelum menyusui bayi. Mengeluarkan ASI juga adalah cara yang baik digunakan untuk mempertahankan produksi ASI, selain menyusui bayi.

Manfaat Memerah ASI

  • Mengurangi bengkak pada payudara; ;
  • Mengurangi sumbatan atau ASI statis; ;
  • Sambil diberi ASI perah, bayi belajar menyusu dari puting yang terbenam;
  • Bayi yang mengalami kesulitan dalam koordinasi menyusu, dapat diberi ASI perah terlebih dahulu;
  • Bayi yang menolak menyusu, dapat diberi ASI perah dulu, sambil belajar menyukai proses menyusu;
  • Bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang tidak bisa menyusu, dapat diberi ASI perah;
  • Bayi yang sakit dapat diberi ASI perah, ketika tidak mendapat ASI yang cukup dari kegiatan menyusu langsung pada ibu;
  • Mempertahankan pasokan ASI ketika bayi atau ibunya sakit;
  • Ketika ibu bekerja, bayi tetap mendapat ASI yang diperah;
  • Mencegah ASI menetes ketika ibu jauh dari bayinya;
  • Membantu bayi melekat pada payudara yang penuh;
  • Memberi ASI langsung ke mulut bayi, dengan cara diperah;
  • Mencegah puting dan areola menjadi kering dan lecet.
Berikut langkah-langkah Memerah ASI dengan Tangan:
  1. Sterilkan wadah ASI. Masaklah air hingga mendidih selama 20 menit. Isikan air mendidih ini ke dalam wadah yang hendak disterilkan, secara perlahan-lahan (agar tidak pecah). Biarkan selama beberapa menit, kemudian buanglah air tersebut.

  2. Cucilah tangan dengan benar, sebelum menyentuh payudara dan wadah ASI. Mencuci tangan setelah memegang payudara atau wadah ASI, akan memungkinkan kotoran berpindah ke payudara atau wadah ASI. Cara mencuci tangan: basahi kedua tangan dengan air mengalir, gosok dengan sabun hingga ke sela jari dan kuku, bilaslah dengan air mengalir hingga bersih, lalu keringkan dengan lap yang bersih.

  3. Pilihlah tempat yang tenang, agar tidak terganggu. Mengeluarkan ASI akan sangat terbantu apabila pikiran Anda tidak terganggu oleh hal-hal lain.

  4. Santailah dan pikirkan sang bayi. ASI akan lebih mudah keluar jika perasaan (emosi) ibu dalam keadaan baik. Kondisi santai ibu akan membuat perasaan damai. Pikirkanlah betapa lucu dan menggemaskannya bayi Anda. Dengan memikirkan sang bayi, perasaan kecintaan ibu kepada bayi muncul dalam pikiran ibu. Santai dan kecintaan ibu dapat membantu mempermudah keluarnya ASI. Sebaliknya, jika pikiran ibu mengkhawatirkan masalah lain, tidak akan membantu mempermudah keluarnya ASI atau malah mempersulit. Keadaan ibu yang santai dan memikirkan sang bayi akan membantu pelepasan hormon oksitosin, yang kemudian akan melancarkan pengeluaran ASI.

  5. Lakukan pijatan ringan dengan ujung jari atau kepalan tangan, mulai dari pangkal payudara mengarah ke areola. Lakukan pijatan ringan ini di sekeliling payudara. Pada peristiwa menyusui, sedotan bayi pada payudara akan menimbulkan pelepasan hormon oksitosin. Dengan demikian, sedotan bayi pada payudara lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan pemerahan ASI. Pada pemerahan ASI, pelepasan hormon oksitosin perlu dirangsang karena tidak ada rangsangan dari sedotan bayi. Tindakan pijatan ringan dengan ujung jari atau kepalan tangan ini dimaksudkan untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin.


  6. Dengan ibu jari di tepi luar areola sisi atas dan telunjuk di tepi luar areola sisi lainnya, tekan ke arah dada. Payudara yang ditekan ke belakang (ke arah dada) akan mendesak air susu ibu di dalam payudara ke arah depan.


  7. Peras bagian luar areola dengan ibu jari dan telunjuk, kemudian longgarkan tekanan; Air susu ibu (akan) keluar dari saluran ASI (di bawah bagian dalam areola) ketika bagian luar areola tersebut ditekan/diperah. Ibu seharusnya tidak merasa sakit/nyeri. Jangan memijit puting, karena dapat menyebabkan rasa nyeri atau bahkan lecet!


  8. Ulangi gerakan tekan-peras-longgarkan – tekan-peras-longgarkan, di sekeliling areola dari semua sisi. Setelah melakukan gerakan tekan-peras-longgarkan, alihkanlah posisi ibu jari dan telunjuk sedemikian rupa sehingga gerakan tersebut dilakukan di sekeliling areola. Pada awalnya mungkin ASI tidak keluar, jangan berhenti! Setelah beberapa kali ASI akan keluar. Ini seperti pompa air tradisional, pada pompaan awal air tidak keluar karena masih dalam perjalanan. Pada pompaan berikut-berikutnya air akan keluar. Begitu pula ASI. ASI yang berhasil dikeluarkan dengan memerahnya, pada saat pertama kali mungkin tidak banyak. Dengan latihan, Ibu akan berhasil mengeluarkan lebih banyak ASI. Jika mengeluarkan ASI dilakukan karena ibu harus kembali bekerja, lakukan pemerahan ASI ini 2 minggu sebelum bekerja. Dengan demikian, pada saat ibu mulai bekerja, ibu sudah dapat cukup banyak ASI untuk bayi yang ditinggal bekerja.

  9. Setelah memerah, simpanlah hasil perahan dengan baik agar dapat bertahan lama!
Sumber: Paket-Modul Kegiatan IMD & ASI Eksklusif 6 bulan. Dept. Kesehatan - HSP/USAID.

Reblog this post [with Zemanta]

Billboard ASI Eksklusif

susi widiastuti

Sumbangan dari seorang teman yang berhasil memotret billboard keren ini. Hebat khan, se-billboard untuk ASI Eksklusif? Kayaknya billboard ini kosong, daripada nggak ada isinya, disilah dengan tema ASI Eksklusif. Heehe... keren juga idenya. Kalau saja kita bisa nyumbang isinya, saya mau deh bikinin desainnya... Meski anonim sekalipun.. :D

Infeksi Berulang pada Anak

Orang tua si Udin sangat kawatir, sejak usia 6 bulan hingga 3 tahun hampir tiap bulan selalu ke dokter karena sakit . Keluhan yang sering dialami adalah batuk, pilek dan panas. Kekawatiran orangtua beralasan karena anak tersebut sudah terlalu sering minum obat apalagi antibiotika adalah konsumsi rutin setiap sakit.

Infeksi berulang pada anak adalah infeksi yang sering dialami oleh seorang anak khususnya infeksi saluran napas akut. Kondisi ini diakibatkan karena rendahnya kerentanan seseorang terhadap terhadap terkenanya infeksi. Biasanya infeksi berulang ini dialami berbeda dalam kekerapan kekambuhan, berat ringan gejala, jenis penyakit yang timbul dan komplikasi yang diakibatkan. Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi dan pada penderita defisiensi imun, meskipun kasus yang terakhir tersebut relatif jarang terjadi.

Penderita infeksi berulang pada anak sering mengalami komplikasi tonsillitis kronis, otitis media, gagal tumbuh, overtreatment antibiotika, overtreatment tonsilektomi, overdiagnosis tuberkulosis. Gangguan perilaku sering menyertai penderita gangguan ini diantaranya adalah gangguan tidur, gangguan emosi, gangguan konsentrasi dan gangguan belajar. Problem sosial yang dihadapi adalah terjadi peningkatan biaya berobat yang sangat besar dan mengganggu absensi sekolah. Gangguan ini lebih sering terjadi pada usia anak, sehingga sangat mengganggu tumbuh dan berkembangnya anak.

PENGERTIAN INFEKSI BERULANG
Tampaknya hingga saat ini belum ada definisi baku yang tepat dalam menjelaskan kriteria infeksi berulang pada anak. Dikatakan infeksi berulang pada anak bila infeksi sering dialami oleh seorang anak. Kondisi ini diakibatkan karena rendahnya kerentanan seseorang terhadap terhadap terkenanya infeksi. Pada infeksi berulang ini terjadi yang berbeda dengan anak yang normal dalam hal kekerapan penyakit, berat ringan gejala, jenis penyakit yang timbul dan komplikasi yang diakibatkan.


Kekerapan penyakit adalah frekuensi terjadinya penyakit dalam periode tertentu. Pada infeksi berulang terjadi bila terjadi infeksi lebih dari 8 kali dalam setahun atau bila terjadi infeksi 1-2 kali tiap bulan selama 6 bulan berturut-turut. Penelitian yang telah dilakukan Cleveland Clinic Amerika Serikat, bahwa pada anak normal usia <> 4 kali perhari dan konstipasi atau sulit buang air besar.

Diagnosis alergi makanan dibuat berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan eliminasi dan provokasi. Untuk memastikan makanan penyebab alergi harus menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC).

DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit. Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy Center Rumah Sakit Bunda Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana”.

Gangguan defisiensi sistem kekebalan juga sering mengalami infeksi berulang, tetapi kasus ini sangat jarang terjadi. Diantaranya adalah adanya gangguan beberapa tipe defisiensi sistem imun berupa defisiensi myeloperoxidase, Severe Combined Immunodeficiency Disease (SCID), Cystic fibrosis, defisiensi Ig A selektif, defisiensi komplemen C4b dan kelainan autoimun lainnya.

PENCEGAHAN
Untuk mencegah terjadinya infeksi berulang kita harus mengidentifikasi penyebab dan faktor resiko. Bila pada anak kita mengalami gejala alergi mungkin penyebab utamanya adalah faktor alergi. Penanganan alergi yang terpenting adalah penghindaran penyebab alergi khususnya penghindaran makanan tertentu harus dilakukan. Pemberian ASI ekslusif harus memperhatikan pola makan ibu saat pemberian ASI.

Faktor resiko infeksi berulang adalah faktor lingkungan. Lingkungan yang harus diwaspadai adalah kontak terhadap paparan infeksi seperti anggota keluarga yang banyak, anggota keluarga yang juga mengalami infeksi berulang, perokok pasif, kolam renang, bepergian ke tempat umum yang padat pengunjung, sekolah terlalu dini dan penitipan anak saat ibu bekerja.
Pemberian imunisasi terutama influenza dan imunomudulator tertentu mungkin membantu mengurangi resiko ini. Tetapi pemberian vitamin dengan kandungan bahan dan rasa seperti ikan laut, aroma jeruk atau coklat mungkin akan memperparah masalah yang sudah ada. Pemberian imunisasi dan imunomudulator seringkali tidak banyak bermanfaat bila faktor penyebab utama alergi tidak diperbaiki.

Pemberian antibiotika pada infeksi berulang tampaknya tidak harus diberikan karena penyebab yang paling sering adalah karena infeksi virus. Sedangkan pemberian antibiotika mungkin diperlukan pada penderita infeksi berulang dengan gangguan defisiensi imun primer.

DAFTAR PUSTAKA
  • Wald ER, Guerra N, Byers C. Frequency and severity of infections in day care: three-year follow-up. J Pediatr 1991;118(4 (Pt 1)):509-14
  • Nafstad P, Hagen JA, Pie L, Magnus P, Jaakkola JJK. Day care centers and respiratory health. Pediatrics 1999;103:753-8
  • Heikkinen T, Ruuskanen O, Ziegler T, Waris M, Puhakka H. Short-term use of amoxicillin clavulanate during upper respiratory tract infection for prevention of acute otitis media. J Pediatr 1995;126:313-6
  • Uhari M, Kontiokari T, Koskela M, Niemelä M. Xylitol chewing gum in prevention of acute otitis media: double blind randomised trial. BMJ 1996;313:1180–4
  • American Academy of Pediatrics Committee on Infectious Diseases. Recommendations for Influenza Immunization of Children. Pediatrics 2004;113(5):1441-7
  • Straetemans M, Sanders EAM, Veenhoven RH, Schilder AGM, Damoiseaux RAMJ, Zielhuis GA. Pneumococcal vaccines for preventing otitis media. Cochrane Database Syst Rev. 2004;(1):CD001480
  • Palmu AA, Verho J, Jokinen J, Karma P, Kilpi TM. The seven-valent pneumococcal conjugate vaccine reduces tympanostomy tube placement in children. Ped Inf Dis J 2004;23(8):732-8. In: The Cochrane Central Register of Controlled Trials (CENTRAL) 2005, Issue 1.
  • Fahey T, Stocks N, Thomas T. Systematic review of the treatment of upper respiratory tract infection. Archives of Diseases in Childhood 1998;79:225–230
  • Judarwanto W. Recurrent Infection in Infant under 6 months old with breastfeeding.
  • Morris P. Antibiotics for persistent nasal discharge (rhinosinusitis) in children. Cochrane Database Syst Rev. 2002;(3):CD001094
  • Yang KD, Hill HR. Neutrophil function disorders: pathophysiology, prevention, and therapy. J Pediatr 1991;119:343-54.
  • Wheeler JG, Steiner D. Evaluation of humoral responsiveness in children. Pediatr Infect Dis J 1992;11:304-10.
  • Fielding JE, Phenow KJ. Health effects of involuntary smoking. N Engl J Med 1988;319:1452-60.
  • Martinez FD, Wright AL, Taussig LM, Holberg CJ, Halonen M, Morgan WJ. Asthma and wheezing in the first six years of life. The Group Health Medical Associates. N Engl J Med 1995;332:133-8.
  • Boyce WT, Chesterman EA, Martin N, Folkman S, Cohen F, Wara D. Immunologic changes occurring at kindergarten entry predict respiratory illnesses after the Loma Prieta earthquake. J Dev Behav Pediatr 1993;14:296-303.
  • Conley ME, Stiehm ER. Immunodeficiency disorders: general considerations. In: Stiehm ER, ed. Immunologic disorders in infants and children. 4th ed. Philadelphia: Saunders, 1996:201-52.
  • Moss RB, Carmack MA, Esrig S. Deficiency of IgG4 in children: association of isolated IgG4 deficiency with recurrent respiratory tract infection. J Pediatr 1992;120:16-21.
Dr Widodo Judarwanto SpA

CHILDREN ALLERGY CENTER
Rumah Sakit Bunda Jakarta, Jl Teuku cikditiro 28 Jakarta Pusat
PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN)
JL Rawasari Selatan 50 Jakarta Pusat. Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat
telp : (021) 70081995 – 4264126 – 31922005
email : wido25@hotmail.com
http://alergianak.bravehost.com

Sumber: joeuser.com

Kampanye IMD & ASI Eksklusif (Presentasi)

Bahan Rujukan Penting ASI Eksklusif

Austin Breastfeeding Challenge 2007Image by Chim Chim via FlickrBerikut ringkasan mengenai pentingnya ASI Eksklusif, dari gizi.net yang sedikit diperbaharui, karena di dokumen ini masih mencantumkan ASI Eksklusif 4 bulan.

Apa yang dimaksud dengan ASI Eksklusif?
Yang dimaksud dengan ASI Eksklusif yaitu perilaku dimana hanya memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 4 (empat) bulan.

Apa yang dimaksud dengan kolostrum?
Kolostrum (susu pertama) adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama setelah bayi lahir (4-7 hari), berwarna kekuning-kuningan dan lebih kental karena mengandung banyak vitamin A, protein dan zat kekebalan yang penting untuk kesehatan bayi.

Apa manfaat kolostrum bermanfaat bagi kesehatan bayi ?
Kolostrum sangan bermanfaat bagi kesehatan bayi karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare, dan membantu pengeluaran mekonium, yaitu kotoran bayi pertama yang berwarna hitam kehijauan.

Mengapa menyusui selalu dianjurkan dan apa manfaat pemberian ASI ?
Karena ASI makanan yang lengkap zat gizinya bagi bayi.
Manfaat ASI

  • ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. ASI mengandung zat gizi berkualitas tinggi, berguna untuk kecerdasan dan pertumbuhan.
  • ASI mengandung asam amino essensial yang sangat penting untuk meningkatkan jumlah sel otak bayi (berkaitan dengan kecerdasan bayi), terutama sampai usia bayi 6 bulan. Bila pada periode tersebut terjadi kekurangan gizi, akan terjadi penurunan jumlah sel otak sebanyak 15-20%.
  • ASI mengandung zat kekebalan, melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.
  • ASI selalu aman dan bersih.
  • ASI tidak pernah basi.
  • ASI mempunyai suhu yang tepat, sehingga dapat langsung diberikan kepada bayi setiap saat.
  • ASI mengandung zat antibodi sehingga menghindarkan bayi dari alergi dan diare.
Manfaat menyusui:
  • Lebih mudah pemberiannya (ekonomis dan praktis)
  • Menyusui mempererat hubungan kasih sayang antara ibu dan anak
  • Menyusui dapat menjarangkan kelahiran (cara alamiah penunjang KB) jika bayi disusui hanya ASI saja selama 4 bulan pertama, tanpa diselingi makanan lainnya
  • Menghindarkan ibu dari kemungkinan timbulnya kanker payudara
  • Uterus cepat pulih
  • Ibu lebih sehat dan bayi tidak kegemukan
  • Mencegah timbulnya Diabetes Millitus pada masa bayi/anak-anakInteraksi antara ibu dan bayi yang penting untuk perkembangan kejiwaan/mental anak

Apakah yang dimaksud dengan makanan pralakteal? Mengapa berbahaya untuk Bayi?
Makanan pralakteal adalah makanan dan minuman yang diberikan kepada bayi sebelum ASI keluar. Jenis-jenis makanan minuman tersebut a.l: air kelapa, air tajin, madu, pisang, nasi yang dikunyah oleh ibunya, pepaya, dll. Pemberian makanan dan minuman pralateal berbahaya bagi bayi karena: Saluran pencernaan bayi belum cukup kuat untuk mencernakan makanan atau minuman selain ASI. Makanan atau minuman lain sering mengandung kuman yang bisa membuat bayi sakit. Jadi tidak boleh memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi selain ASI sampai dengan usia 6 bulan, agar pertumbuhan dan kesehatan bayi tetap terjaga baik.

Mengapa hanya ASI saja yang diberikan kepada bayi sejak lahir hingga umur 6 bulan?
ASI saja cukup. Pada periode usia bayi 0-6 bulan, kebutuhan gizi bayi baik kualitas maupun kuantitas terpenuhi dari ASI saja, tanpa harus diberikan makanan ataupun minuman lainnya Pemberian makanan lain akan mengganggu produksi ASI dan mengurangi kemampuan bayi untuk menghisap. Daya cerna bayi hanya cocok untuk ASI.
Zat kekebalan dalam ASI maksimal dan dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. Asam lemak esensial dalam ASI bermanfaat untuk pertumbuhan otak, sehingga merupakan dasar perkembangan kecerdasan bayi dikemudian hari.

Kapan ibu mulai menyusui bayinya?
Ibu harus menyusui bayinya sesegera mungkin yaitu setelah bayi lahir, karena daya hisap bayi pada saat itu paling kuat. Sentuhlah mulut dengan puting, sehingga bayi terangsang untuk menghisap, meskipun ASI belum keluar. Melalui perlekatan antara ibu dan bayi, perlakuan tersebut akan mempercepat proses pengeluaran ASI. Hisapan bayi akan merangsang keluarnya ASI.

Berapa lama ibu harus menyusui bayinya?
Susuilah bayi sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi Menyusui dilakukan secara bergantian antara kedua payudara sampai kosong hingga bayi tenang dan puas, biasanya + 10 menit.

Bagaimana cara menghentikan bayi menyusui ?
Menghentikan bayi menyusui dapat dilakukan dengan cara: Bila bayi selesai disusui tapi mulutnya masih melekat pada puting susu ibu, dapat dilakukan dengan menekan sudut mulut bayi dengan salah satu jari dan bayi akan melepas puting dengan perlahan.

Bagaimana cara menyendawakan bayi setalah disusui ?
Menyendawakan bayi dapat dilakukan dengan cara meletakkan bayi pada bahu ibu atau telungkup sampai bersendawa.

Bagaimana cara meningkatkan produksi ASI ?
  • Cara meningkatkan produksi ASI dapat dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut:
  • Melakukan persiapan menyusui saat ibu sedang hamil
  • Susuilah bayi segera setalah bayi lahir
  • Susuilah bayi sesering mungkin. Semakin sering bayi menghisap puting susu, semakin banyak ASI yang keluar
  • Susuilah bayi dari kedua payudara yang kiri dan kanan secara bergantian pada setiap kali menyusui
  • Jangan memberikan makanan dan minuman lain selain ASI sampai dengan usia bayi 6 bulan.

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan menyusui ?
Keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sbb:
  • Ibu harus yakin bahwa mampu menyusui.
  • Ibu cukup minum (8-12 gelas/hari) dan makan lebih banyak makanan bergizi. Usahakan makan 2 kali lebih banyak dari pada biasanya dan makan makanan yang segar dan bervariasi setiap hari
  • Ibu dalam keadaan pikiran yang tenang, tentram dan santai
  • Perhatikan cara meletakkan bayi dan melekatkan puting pada mulut bayi dengan benar
  • Makin sering payudara dihisap bayi, makin banyak produksi ASI
  • Pengertian dan dukungan keluarga, terutama dari suami sangat penting.

Apa yang dimaksud dengan laktasi ?
Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui, mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi mengisap dan menelan ASI.

Bagaimana cara mengatasi puting datar dan terbenam ?
Puting datar dan terbenam dapat diatasi dengan cara: Setiap selesai mandi pada periode kehamilan di atas 7 bulan, puting susu ditarik-tarik sampai menonjol atau dengan bantuan pompa susu. Setelah lahir, penarikan puting susu jangan dilakukan berlebihan.

Bagaimana cara mengatasi puting lecet dan nyeri ?
Untuk mengatasi puting lecet dan nyeri dapat dilakukan hal-hal sbb:
  • Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit.
  • Susi sebelum bayi sangat lapar.
  • Jangan membersihkan puting susu dengan sabun atau alkohol.
  • Perbaiki posisi bayi pada saat menyusui.
  • Perhatikan cara melepas mulut bayi dari puting.
  • Keluarkan sedikit ASI untuk dioleskan pada puting selesai menyusui.
  • Biarkan puting kering sebelum memakai BH.
  • Bila lecet tidak sembuh dalam 1 minggu, rujuk ke Puskesmas.
  • Usahakan bayi menghisap sampai aerola.
Bagaimana cara mengatasi payudara bengkak dan puting nyeri ?
Untuk mengatasi payudara bengkak dan puting nyeri dapat dilakukan hal-hal sbb:
  • Susuilah bayi setiap kali meminta
  • Keluarkan ASI dengan pompa atau tangan
  • Untuk mengurangi rasa sakit, kompres dengan air hangat
  • Perbaiki cara meletakkan bayi (tubuh bayi menghadap perut ibu) dan cara meletakkan bayi (letak mulut pada areola).
Bagaimana cara menyapih yang baik ?
  • Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap.
  • Tambah frekuensi makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) dan makanan selingan.
  • Jadwal menyusui terakhir, pada malam hari dihentikan
  • Tetap berikan perhatian dan kasih sayang
  • Menyapih sebaiknya di mulai pada masa anak berusia di atas 2 tahun.
Reblog this post [with Zemanta]

Ayo Ayah, Dukung Ibu memberi ASI!

Berikut kutipan dari Sinar Harapan, mengenai peran Ayah dalam menyusui. Ayo Ayah, dukung dong Ibu menyusui bayi kita!

Campur Tangan Suami, Hasilkan ASI Lebih Banyak

JAKARTA - Kondisi emosi yang stabil menentukan tingkat produksi ASI yang dihasilkan ibu. Kestabilan emosi tersebut, bisa diraih bila sang ayah turut mendukung. Dengan memfasilitasi segala kebutuhan ibu yang sedang menyusui.

Seharusnya proses pemberian susu pada bayi melibatkan tiga hubungan insani. Ibu yang memberikan ASI, si anak yang diberikan dan ayah sebagai penyeimbang hubungan. Namun pada kenyataannya banyak kaum ayah yang merasa tidak terlibat dalam proses sosial ini. Cenderung menyerahkan segala urusan pemberian ASI anak pada ibunya saja. Dan merasa tidak perlu ikut campur dalam proses ini.

“Padahal keterlibatan seorang ayah dalam proses ini akan memberi motivasi ibu untuk menyusui. Jika ibu sudah memiliki motivasi dan optimistis bisa menyusui, air susu pun akan berhamburan,” demikian dikatakan dr Utami Roesli MD (Ped) MBA, Ketua Indonesia Breastfeeding Center, di Jakarta, awal pekan.

Menurutnya, banyak kondisi produksi ASI seorang ibu dikarenakan oleh kondisi emosi seorang ibu. Pada tahap inilah keterlibatan seorang ayah berperan. Hingga apabila seorang ayah mampu memperlihatkan rasa sayang dan perhatian terhadap ibu dan anak, bisa mengakibatkan seorang ibu merasa lebih nyaman dan menghasilkan ASI yang berlimpah.

Namun kenyataan yang ada sekarang ini justru malah kebalikannya. “Banyak ibu sekarang tidak menyusui bayinya karena merasa ASI yang diproduksinya tidak cukup banyak, encer, atau malah tidak merasa keluar sama sekali,” tukas Utami. Padahal menurutnya, bila mengutip dari penelitian WHO, hanya ada satu dari 1.000 orang ibu yang tidak menyusui.

Masalah
Berbagai masalah mungkin saja timbul selain dari faktor ibu yang menolak memberi ASI. Seperti masalah seorang bayi yang tidak bisa menghisap, atau ibu yang merasa tak nyaman, lainnya seperti kasus ayah dan lingkungan yang tak mendukung. Namun tetap Utami menyatakan bahwa hampir tidak mungkin seorang ibu tidak mampu menyusui bayinya. “Seekor marmut yang kecil pun mampu menyusui sampai 12 ekor anaknya,” tambahnya memberikan contoh. Jadi menurutnya ASI itu memang diproduksi sesuai dengan kebutuhannya.

Menurut Utami lagi, bahwa pemberian susu ini tidak akan bermasalah bila dari awal proses pemberiannya tidak dihalangi. Seperti kasus banyaknya rumah sakit yang memberikan susu formula dengan dot buatan kepada bayi yang baru lahir, pada kelanjutannya menyebabkan bayi tidak mau menghisap ASI, karena terasa tidak mengenal puting susu ibu.

“Bahkan di Swedia pernah ada penelitian. Ada seorang bayi yang baru dilahirkan dan dipotong tali pusatnya. Bayi tersebut akan ditaruh di atas perut ibunya tanpa dimandikan. Ternyata, si bayi secara naluriah akan merangkak menuju puting susu ibu, dan tak sampai 20 menit si anak sudah mencapai daerah dada si ibu. Dan tak sampai 50 menit, si anak sudah menyusui,” cerita Utami lagi. Ini menunjukkan betapa proses pengenalan pertama seorang bayi pada ASI sudah seharusnya tak dihalangi. Kasus seorang anak yang lahir karena operasi caesar yang langsung dimandikan, akan menghilangkan refleksnya meminum susu hingga 100 persen besarnya.

Hormon
Teknik memberikan susu juga seharusnya diberitahukan kepada ibu dengan benar. Seperti pengajaran kepada bayi tentang bagaimana menyusu yang optimal. Bayi harus diajarkan bahwa menyusu haruslah memasukkan seluruh daerah kecokelatan pada puting susu ke mulut bayi. Sebab jika bayi hanya menghisap melalui puting susunya saja, maka ASI yang keluar hanya sedikit sekali.

Jangan takut kehabisan produksi susu, karena pabrik susu melalui hormon alveoli akan segera menghasilkan lagi. Alveoli yang berbentuk bulat dan bergerombol seperti anggur, dikelilingi otot yang disebut myoepithel. Otot myoepithel inilah yang nantinya akan memompa ASI keluar dari alveoli dan berkumpul di gudang ASI, di bagian bawah payudara.

Masalahnya otot myoepithel biasanya sangat bergantung pada hormon oksitosin yang dikirim otak. Jika hormon ini keluar, maka otot akan bekerja. Sedangkan oksitosin akan keluar hanya bila ibu merasa dalam kondisi tenang dan nyaman. Di mana kondisi itu dapat tercapai bila seorang ayah turut membantu di dalam prosesnya. “Biasanya hormon tersebut disebut hormon kasih sayang. Karena bisa tercipta dari kasih sayang yang diberikan suami kepada istrinya,” ucap Utami lagi.

Selain memberikan perhatian kepada istri, peran suami juga berlaku pada hal lain. Seperti menggendong anak, atau menggantikan popok, menyendawakan, memandikan, memijat atau hal seperti meringankan ibu dalam urusan rumah tangga, secara tak langsung juga memberikan perasaan nyaman pada sang istri. Karena tiap keluarga pasti menginginkan bayi sehat, yang bisa capai dengan memberikan ASI padanya pada saat kecil.

Apabila ada keluarga yang menginginkan menyimpan ASI dalam jumlah banyak sebagai persediaan. Hal tersebut juga sebenarnya bisa dilakukan. “Sebaiknya ASI disimpan dalam botol berbahan stainless steel. Namun, jika tak ada bisa juga memakai botol plastik atau kantong plastik. Kalau bisa botol diberikan tanggal di bagian luarnya, agar bisa menentukan ASI yang mana yang harus lebih dahulu diberikan. Jika akan dipakai, kalau bisa ASI dihangatkan dahulu dengan merendamnya dalam air panas. Jangan merebus langsung ASI di dalam panci, karena akan ada zat antibodi yang rusak,” urai Utami.

Untuk ASI simpanan yang tersisa, sebaiknya segera dibuang saja. Dan harus diingat jangan memberikan ASI dengan menggunakan botol susu, tetapi lebih disarankan menggunakan sendok. (SH/str-sulung prasetyo)

Seputar Makanan Pendamping ASI

Jalan-jalan, mencoba googling tentang makanan pendamping ASI, dapet beberapa sumber berikut ini. TIdak semua bagus, tapi kira-kira inilah yang bisa saya resensikan. Nanti kalau ada waktu disambung lagi merensensinya.

  1. Makanan Pendamping ASI - dari balita-anda.indoglobal.com
    MAKANAN bayi yang utama adalah air susu ibu (ASI) karena ASI mengandung hampir semua zat gizi dengan komposisi sesuai kebutuhan bayi. Hati-hati karena di artikel ini menyebutkan bahwa kecukupan komposisinya hanya sampai usia empat bulan. Seharusnya, sesuai aturan baru, ASI Eksklusif adalah selama 6 bulan, karena komposisi ASI masih mencukupi kebutuhan bayi hingga 6 bulan. Di sini ada panduan membuat MP-ASI, dan juga jadwal pemberian MP-ASI.

  2. Membuat Makanan Pendamping ASI - dari halalguide.info
    Di sini ada banyak contoh resep untuk membuat MP-ASI. Disebutkan pula kandungan gizi, vitamin A & C dari setiap resepnya.

  3. Makanan Pendamping ASI - dari bayisehat.com
    Di sini diperkenalkan kapan MP-ASI bisa mulai diberikan kepada bayi, pentingnya variasi menu untuk MP-ASI, dan juga informasi mengenai kandungan gizi yang penting untuk bayi.

  4. Prinsip Pemberian MP-ASI - dari sehatgroup.web.id
    Di sini cukup lengkap, karena ada keuntungan pembuatan MP-ASI sendiri, ada Tata cara mempersiapkan MP-ASI, cara memasaknya, dll. Termasuk salah satu sumber yang cukup lengkap.

  5. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dari parentingislami.wordpress.com
    MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbASIs susu menuju ke makanan yang semi padat. Untuk proses ini juga dibutuhkan ketrampilan motorik oral. Ketrampilan motorik oral berkembang dari refleks menghisap menjadi menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang. Di sini lebih banyak penjelasan tentang MP-ASI secara umum.

Sertifikat ASI dari AIMI


Ini contoh sertifikat yang sudah saya edit, dan isi sendiri. Kalau Anda tertarik, silakan kunjungi web-nya AIMI, disana disediakan bermacam-macam sertifikat ASI, buat ibu, ayah, dan lain-lain. Kunjungi saja ke sini

Minal Aidin Wal Faidzin


Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin. Semoga Ramadhan ini membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

Daftar Produk Yang Ditarik Karena Susu Maut

Plain M&M's Purchased in 2005 in USAImage via Wikipedia

Dari tempointeraktif.com, inilah daftar produk yang ditarik berkaitan dengan Susu Maut dari China. Karena susu ini digunakan untuk produk lainnya, maka bukan hanya produk yang berupa susu yang terkontaminasi, melainkan semua produk yang menggunakan susu sebagai bahan dasar. Yang perlu juga diperhatikan, perusahaan susu asal China itu dimiliki sahamnya oleh perusahaan Selandia Baru, jadi hati-hati juga kalau menemukan produk susu Selandia Baru. Berikut kutipan dari Sky.com mengenai perusahaan produsen susu maut ini:

The contamination was first traced to the Sanlu group, a dairy producer partly owned by New Zealand company Fonterra Co-operative Group.

Inilah daftar lengkap 28 produk yang ditarik dari peredaran:
1. Jinwel Yougoo Susu Fermentasi Rasa Jeruk
2. Jinwel Yougoo Aneka Buah
3. Jinwel Yougoo tanpa Rasa
4. Guozhen susu bubuk full cream
5. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Cokelat
6. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Vanila
7. Oreo Stick Wafer
8. Oreo Stick Wafer
9. Oreo Cokelat Sandwich Cookies
10. M&M's Kembang Gula Cokelat Susu
11. M&M's Cokelat Susu
12. Snicker's (biskuit-nougat lapis cokelat)
13. Dove Choc Kembang Gula Cokelat
14. Dove Choc
15. Dove Choc
16. Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar
17. Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar
18. Yili Bean Club Red Bean Ice Bar
19. Yili Prestige Chocliz
20. Yili Chestnut Ice Bar
21. Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk
22. Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage
23. Yili High Calcium Milk Beverage
24. Yili Pure Milk 205 ml
25. Yili Pure Milk 1 L
26. Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk
27. White Rabbit Creamy Candy
28. Yili Choice Dairy Frozen Yoghurt Bar (kembang gula)

Sumber: Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI

UPDATE: Kalau memeriksa kemasan makanan, coba periksa adakah kode ML atau MD. Kode ML artinya bahan makanan (bahan dasar) tersebut sebagian atau seluruhnya diimpor dari luar negeri, dan sudah mendapat pengesahan dari BPOM. Sedangkan yang berkode MD, bahan makanan tersebut berasal dari dalam negeri, dan sudah mendapat pengesahan BPOM. Dalam kasus produk tercemar ini, menurut kompas.com dilaporkan bahwa produk dengan merek yang sama yang diproduksi di dalam negeri dengan kode nomor registrasi MD tetap boleh beredar dan dikonsumsi.


Reblog this post [with Zemanta]

3 Bayi Tewas, 6 ribu Lainnya Sakit Gara-gara Sufor

Susu formula beracun di China telah menewaskan 3 orang bayi dan lebih dari 6 ribu bayi menjadi sakit. Berdasarkan hasil penelitian, susu tersebut mengandung melamin. Melamin dalam bentuk bubuk ini memang mengandung protein tinggi, sehingga ketika susu diperiksa oleh pihak berwenang, seolah-olah mengandung kecukupan gizi yang baik. Tetapi, ketika melamin tercampur dengan zat-zat lain dalam susu formula, malah menjadi racun yang berbahaya.

Dalam konferensi pers Menteri Kesehatan China, Chen Szu menyatakan bahwa susu formula beracun telah menewaskan sedikitnya tiga orang bayi dan lebih dari 6200 bayi lainnya terpaksa dirawat di rumah sakit. Sebanyak 158 di antaranya menderita kerusakan ginjal akut.

Dari sampel 491 produk susu, 69 di antaranya mengandung zat kimia berbahaya jenis melamin. Diketahui, produk susu beracun itu berasal dari perusahaan susu Yashli, Suncare, Sanlu dan Mengnju. Dua di antara perusahaan tersebut juga mengekspor produknya ke beberapa negara seperti Bangladesh, Yaman, Burundi dan Gabon.

Pekan lalu terungkap bahwa susu formula Cina tercampur melamin, zat kimia yang dipakai di industri plastik. Zat ini bisa menyembunyikan bahwa susu diencerkan dengan air. Hasil inspeksi menunjukkan, jumlah perusahaan yang memakai melamin dalam produknya meningkat. Sementara itu, zat beracun tersebut ditemukan dalam produk 22 perusahaan Cina.

12 orang telah ditangkap pihak kepolisian setempat sehubungan dengan kasus ini.

UPDATE (22/09/08): Korban kini sudah bertambah menjadi 53.000 bayi!



Enhanced by Zemanta

Sensitif Jender soal Menyusui dan Membesarkan Anak

Belakangan ini, marak sekali tempat penitipan anak bagi ibu-ibu bekerja. Selain sangat meringankan kerja para ibu/bapak, juga tempat penitipan seperti ini biasanya menawarkan berbagai macam metode pendidikan anak usia dini. Ini juga merupakan dampak dari tren wanita bekerja, bagian dari emansipasi dan kesetaraan jender. Menarik lah, pokoknya.

Ibu-ibu bekerja, dan juga para bapak yang bekerja, akan mengalami situasi sulit kalau si anak masih kecil-kecil. Apalagi kalau balita yang masih ASI Eksklusif, maka para ibu punya kewajiiban memenuhi hak anak untuk mendapatkan yang terbaik untuk kesehatannya. Ibu berhak untuk memberikan ASI, berhak untuk menentukan bagaimana cara membesarkan anaknya.

Pemberian ASI, sudah menjadii bagian dari hak asasi, ketika konvensi hak anak menjamin agar anak-anak mendapat yang terbaik demi kesehatannya. Pasal 24 Koonvensi Hak Anak menyatakan dengan jelas bahwa bayi punya hak untuk menyusu, karena ASI adalah asupan terbaik bagi bayi baru lahir, yang menentukan kelangsungan hidupnya kelak.

Persoalannya kemudian, ibu-ibu punya hak juga untuk bekerja, membangun karir, dan mencapai sesuatu bagi cita-citanya. Kalau ibu bekerja, bapak bekerja, lalu bagaimana tempat bekerja mereka ini seharusnya mendukung upaya-upaya pemenuhan hak asasi bagi anak-anaknya? Kalau tempat bekerja mereka ini menutup kemungkinan para ibu dan bapak untuk dapat memenuhi hak asasi anak, maka tempat bekerja ini sama dengan melanggar hak asasi. Nah lho...

Banyak ahli jender yang menyatakan, seharusnya ada kelonggaran bagi para ibu, atau bahkan para bapak yang istrinya bekerja. Misalnya, selama 6 bulan, maka para suami-istri yang bekerja ini berhak mendapat kesempatan untuk bekerja paruh waktu di kantornya. Sisa waktu bisa digunakan untuk mengurus anak. Paling tidak 6 bulan, selama ASI Eksklusif berlangsung untuk si anak.

Meski ibu bekerja bisa juga menggunakan ASI perah untuk si bayi, tapi biar bagaimanapun kontak fisik jauh lebih penting demi perkembangan anak. Wacana ini mungkin sesuatu yang baru dan perlu perjuangan agar bisa disepakati menjadi aturan ketenagakerjaan. Jadi, bukan saja Perda ASI yang perlu diperjuangkan, tetapi juga sensitifitas kita terhadap orang tua yang berkewajiban momong anaknya.

Ramadhan telah Tiba... Menyusui Bagaimana?

Ramadhan 1429 H telah tiba. Bagaimana dengan Ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui? Berikut beberapa artikel yang ketemu di internet berkaitan dengan kehamilan dan menyusui di bulan Ramadhan. Beberapa artikel di blog ini juga pernah menyinggung sedikit mengenai hal ini.

Pengalaman istri sendiri, tidak terlalu bermasalah karena kebetulan masih cuti, tapi nggak tau kalau sambil bekerja. Mungkin Ibu-ibu bekerja yang tetap puasa sambil menyusui bisa bagi-bagi infonya buat yang lain.

  1. Tips Menyusui Ketika Puasa - dari AIMI
  2. Puasa untuk orang Hamil dan Menyusui
  3. ASI lancar walau berpuasa - dari Nakita backlink oleh Infobunda
  4. Puasa untuk Ibu Menyusui - eramuslim.com
  5. Puasa sambil Menyusui - Nita's Footprint
  6. Ibu Hamil dan Menyusui Boleh Puasa
  7. Hamil dan Menyusui Boleh Tidak Berpuasa - PKS Jaksel

Cucu Presiden aja IMD...

Tanggal 17 Agustus 2008 kemarin adalah hari kemerdekaan Indonesia. Ya, semua juga udah tahu. Tanggal itu juga cucu Presiden SBY lahir, putri pertama dari Annisa - Agus, diberi nama Almira Tunggadewi Yudhoyono. Lahir dengan operasi caesar, tapi tetap bisa IMD!

Menurut laporan detiknews.com, sang nenek sempat melihat si cucu sedang IMD, meski tidak sampai selesai. "Saya lihat Annisa melakukan inisiasi menyusui selama kurang lebih satu jam. Skin to skin agar si bayi bisa mencari puting susu yang pertama kali," ujar Ibu Ani dalam jumpa pers di ruang auditorium lantai enam Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2008). Disini ada foto-foto dari detikhot.com.

Nah, cucu presiden aja IMD lho! Jadi jangan lupa ya, pada Ayah-Bunda yang baru mau punya momongan (baru atau tambahannya), IMD penting buat pertumbuhan anak, dan kesuksesan ASI Eksklusif berikutnya.

Semoga aja Annisa tetap memberi si Aira ini ASI hingga 6 bulan ya...

Siaran Pers Perayaan Pekan ASI Sedunia di Jayapura

Rekan media yang baik,

Bersama ini kami kirimkan Siaran Pers mengenai Perayaan Pekan ASI Sedunia yang diadakan di Jayapura.

Sore ini, talkshow mengenai pentingnya ASI akan diselenggarakan di Plaza PTC, Jayapura dengan narasumber dr. Utami Roesli, dokter spesialis anak dan juga pakar ASI di tingkat nasional. Bersama beliau, turut hadir sebagai pembicara adalah Ibu Barnabas Suebu (Tim Penggerak PKK Provinsi), dr. Bagus S (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua), dan Roriwo Karetji (Manajer Regio Papua - Wahana Visi Indonesia). Acara ini akan disiarkan langsung oleh sebuah televisi swasta di Jayapura.

Kemarin, kampanye mendukung pentingnya ASI telah diadakan dalam bentuk 'Coffee Morning'' di Hotel Yasmin, Jayapura. Mendampingi dr. Utami, sebagai moderator acara adalah dr. Youkeline Suebu (mewakili Dinas Kesehatan Provinsi Papua). Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang merupakan praktisi kesehatan (dokter, bidan, tenaga medis) Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom, Dinas Kesehatan, dan anggota tim penggerak PKK.

Terima kasih atas perhatian yang diberikan dan kesediaan Bapak/Ibu mendukung upaya kampanye ini.

Salam hangat,
Enda



SIARAN PERS


Perayaan Pekan ASI Sedunia di Jayapura:

45 MITOS DAN FAKTA MENGENAI ASI

Jayapura, 22 Agustus 2008 --- World Vision bekerja sama dengan mitra lokalnya Wahana Visi Indonesia mengadakan kampanye mendukung ibu menyusui di Jayapura pada 21dan 22 Agustus 2008. Kegiatan ini dilangsungkan bersamaan dengan peringatan Pekan ASI Sedunia, sekaligus mengkampanyekan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) untuk mengurangi resiko kematian bayi yang baru lahir.

"IMD dapat menyelamatkan sekurangnya 30 ribu bayi Indonesia yang meninggal bulan pertama kelahirannya." ungkap narasumber dr. Utami Roesli, pakar ASI di tingkat nasional.

Menurut anda, pernyataan di bawah ini mitos atau fakta?
- Hingga usia 6 bulan, air susu ibu (ASI) saja tidak cukup bagi bayi
- Menyusui membuat payudara kendur
- Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI
- Kombinasi susu formula dan ASI adalah yang terbaik bagi bayi

Pernyataan-pernyataan di atas hanyalah sebagian dari banyak mitos yang beredar di masyarakat seputar ASI. Dipercaya, meskipun tidak terbukti kebenarannya.

Air Susu Ibu (ASI) mengandung semua yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang, dan keunggulannya tidak bisa ditandingi oleh susu formula manapun. Enam bulan pertama setelah lahir, bayi seharusnya mendapat ASI saja (ASI Eksklusif) tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya. ASI ekslusif terbukti berperan penting dalam kesehatan, kekebalan tubuh anak, kecerdasan anak, bahkan untuk menurunkan risiko penyakit-penyakit kronis saat dewasa nanti.

Walaupun ASI sangat baik, dalam kenyataannya di Indonesia hanya 40% bayi yang memperoleh ASI ekslusif. "Masih banyak informasi sekitar pentingnya pemberian ASI yang perlu diungkapkan. Gencarnya promosi susu formula menyebabkan banyak ibu maupun petugas kesehatan memilih susu formula yang mahal daripada ASI. Ataupun keengganan banyak ibu memberikan ASI bagi anaknya karena adanya mitos hal tersebut dapat mempengaruhi bentuk fisik ibu," ungkap Roriwo Karetji, Manajer Wahana Visi Indonesia untuk regio Papua.

Pekan ASI Sedunia 2008 merupakan momentum tepat untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI bagi kelangsungan hidup anak. Tahun ini, Pekan ASI mengangkat tema "Dukungan untuk Ibu Menyusui: Mencapai Standard Emas". Semua pihak diharapkan berperanserta aktif mendukung Ibu untuk dapat menyusui.

Sebagai lembaga yang peduli pada anak, World Vision bekerja sama dengan mitra lokalnya Wahana Visi Indonesia mengadakan sejumlah kegiatan di Jayapura pada 21 dan 22 Agustus 2008. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah dr Utami Roesli, pakar ASI di tingkat nasional.

Bertempat di Hotel Yasmin, Jayapura, kampanye mendukung pentingnya ASI ini diadakan dalam bentuk 'Coffee Morning'' pada tanggal 21 Agustus. Kegiatan ini melibatkan para praktisi kesehatan di Papua (IBI, Puskesmas), Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota, Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kota.

Talkshow mengenai ASI bersama masyarakat umum diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus 2008 di Plaza PTC, Jayapura. Bersama dr. Utami Roesli, turut hadir sebagai pembicara adalah Ibu Barnabas Suebu (Tim Penggerak PKK Provinsi), dr. Bagus S (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua), dan Roriwo Karetji (Manajer Regio Papua - Wahana Visi Indonesia).

World Vision secara khusus mengkampanyekan 'kegiatan menyusui sebagai sebuah pilihan yang bijaksana', dengan harapan para ibu tak berhenti memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak.

Sekilas World Vision
World Vision Indonesia adalah lembaga kemanusiaan Kristen internasional yang bekerja untuk menciptakan perubahan pada kehidupan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. World Vision melayani semua orang tanpa membedakan agama, ras, suku atau jender. Dalam skala global, World Vision melayani di 97 negara dan mendukung lebih dari 3 juta anak.

Selama hampir 50 tahun di Indonesia, World Vision bekerja di lebih dari 720 desa di 10 provinsi dari Aceh sampai Papua. Lebih dari 1,5 juta orang telah merasakan manfaat positif dari program-program World Vision. Hingga saat ini, 78.105 anak Indonesia mendapat dukungan dari program penyantunan anak yang dijalankan mitra World Vision, Wahana Visi Indonesia. Dari jumlah itu, 4.750 anak didukung oleh penyantun dari tanah air.

"Our vision for every child, life in all its fullness; our prayer for every heart, the will to make it so"

KONTAK MEDIA
Enda Balina / Regional Communications: 0812-48104636 / Departemen Komunikasi WVI Jayapura-Papua: 0967-586104.

Enda Balina | Regional Communications | World Vision International Indonesia
Papua office (Port Numbay ADP):
Jl. Flamboyan No. 18, Kotaraja, Jayapura - Papua, Indonesia
Phone. +62967-586 104 | Fax. +62967-585 992 | Cell. +62 815 843 44 796

Sumber: forum pembaca kompas.
Reblog this post [with Zemanta]

Whooaa... 200 Ibu Indonesia Menyusui Serentak!



Satu... dua.. tiga...! Dengan aba-aba dari pembawa acara, maka dimulailah acara menyusui serentak 200 ibu Indonesia, dalam acara Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) yang diadakan oleh AIMI, di Gelanggang Bulungan, Jakarta, 2 Agustus 2008 yang lalu.


Acara yang bertajuk Menyusui Serentak Ibu Indonesia ini dihadiri tidak kurang dari 200 ibu-ibu, dan beberapa di antaranya tampak bersama sang bapak. Selain acara menyusui bersama, juga hadir Mbak Tami (demikian beliau lebih suka dipanggil), atau dr. Utami Roesli, kakak kandung (alm) Harry Roesli yang santer mempromosikan IMD dan ASI. Selain itu, hadir pula Tiara Lestari bersama sang buah hati, didampingi suami tercinta, yang tak lain adalah putra dari Mbak Tami. Mereka kemudian didaulat naik ke atas panggung, lalu dipandu moderator Ibu Nia Umar dari AIMI berlangsunglah acara tanya jawab seputar menyusui dan ASI.


Acara semakin meriah, karena Tompi, yang meski agak terlambat tetapi bisa hadir dan memberi semangat kepada para ibu menyusui yang tampaknya sudah tak sabar mendengar suara emas Tompi. Maka mengalunlah dua lagu dari Tompi, Sedari Dulu dan satu lagu baru dari album terbarunya, yang diciptakan khusus buat si kecil, Teuku Omar Dakan.

Akhirnya, acara ditutup dengan penyerahan medali emas kepada para ibu dan ayah menyusui, yang secara simbolik diberikan kepada Tompi dan Tiara Lestari, sesuai tema World Breastfeeding Week 2008, Mother Support: Going for The Gold.



Selamat kepada teman-teman AIMI, dan kepada seluruh ibu menyusui di dunia! Salam ASI!

Zemanta Pixie

Panduan Menyimpan ASI

Menyimpan sekitar 60 – 120 ml per botol sangat disarankan untuk mengurangi sisa ASI. ASI dapat disimpan untuk digunakan pada bayi selama ibu bekerja. Wadah untuk menyimpan ASI sebaiknya terbuat dari kaca/gelas, dan tertutup rapat (udara tidak dapat masuk), dan usahakan tidak terkena cahaya matahari langsung. Untuk ketahanan ASI yang disimpan, perhatikan hal-hal berikut:

  • ASI dapat bertahan selama ± 6-8 jam jika disimpan pada suhu ruangan (maksimal 25 derajat Celcius). Suhu ruangan lebih dari 25 derajat Celcius tidak aman untuk menyimpan ASI.
  • Selubungi wadah penyimpan ASI dengan handuk basah/dingin untuk menghindari suhu yang terlalu panas!
  • ASI dapat bertahan selama ± 24 jam, jika disimpan pada wadah khusus (tas atau termos) yang diselubungi es batu atau es balok.
  • ASI dapat bertahan selama ± 5 hari, jika disimpan di dalam kulkas, pada suhu 4 derajat Celcius. Usahakan menyimpan wadah ASI di bagian paling dalam kulkas (dekat dengan dinding bagian belakang), karena bagian inilah yang paling dingin. Kulkas yang sering dibuka-tutup akan mempengaruhi suhu di dalam kulkas tersebut, sehingga menyimpan di bagian terluar tidak menjamin kestabilan suhu.
  • ASI dapat bertahan selama ± 2 minggu, jika disimpan di freezer dalam kulkas, pada suhu -15 derajat Celcius. Jika menggunakan kulkas yang freezer-nya terpisah (memiliki pintu tersendiri), dapat bertahan selama ± 3-6 bulan.
Setelah disimpan selama beberapa lama, maka untuk menggunakannya kembali perhatikan panduan menghangatkan ASI berikut ini:
  • Hangatkan wadah ASI dengan mengalirinya dengan air hangat, atau merendam sebagian wadah dalam air hangat. Usahakan agar bagian atas wadah (bagian yang ditutup rapat) tidak terkena air hangat tersebut!
  • Jika dikeluarkan dari freezer (ASI dalam keadaan beku), simpan terlebih dahulu di kulkas selama beberapa jam hingga tampak mulai mencair sebelum dihangatkan.
  • Jangan memanaskan ASI pada suhu yang sangat tinggi (direbus pada air mendidih), karena akan merusak kandungan di dalam ASI!

ASI beku yang telah dicairkan

Jika ASI beku telah dicairkan, masih bisa disimpan dalam kulkas biasa sampai 24 jam ke depan. Tetapi ASI tidak boleh dibekukan lagi. Tidak diketahui dengan pasti apakah ASI yang tersisa di botol aman dan masih baik kondisinya untuk diminumkan lagi kepada bayi pada saat minum berikutnya. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ASI disimpan dalam botol yang tidak terlalu besar, jadi mengurangi sisa ASI yang tidak terminum.

Menurut buku THE BREASTFEEDING ANSWER BOOK, halaman 228, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan zat dalam ASI yang tak dikenal untuk melindungi ASI dari bakteri dan kontaminasi. Sebuah studi, Barger & Bull 1987, menemukan secara statistik bahwa tidak ada perbedaan kadar bakteri dalam ASI yang telah disimpan 10 jam dalam suhu ruangan dengan ASI yang telah disimpan selama 10 jam. Bahkan sebuah penelitian lain, Pardou 1994, menemukan bahwa setelah 8 hari disimpan di kulkas ada kecenderungan ASI memiliki kadar bakteri yang lebih rendah dibanding saat setelah diperah atau dipompa.

Zemanta Pixie

Pekan ASI Sedunia 2008 - AIMI

AIMI punya kabar seru nih! Bulan depan kan ada acara akbar di seluruh dunia yang namanya WORLD BREASTFEEDING WEEK. Tahun ini temanya "Mother Support: Going for the Gold!" Artinya, dukungan sesama ibu menyusui adalah kunci keberhasilan menyusui eksklusif! Nah, acara tersebut juga bakalan digelar DI SINI, di milis kita tercinta ini...

AIMI juga pengen ikut donk meramaikan acara mendunia ini. Kita akan mengadakan acara yg kita beri nama: "MENYUSUI SERENTAK IBU INDONESIA" Dukung Ibu Memberikan yang Terbaik.

AIMI ingin mengajak para bunda pejuang ASI di sini untuk bareng-bareng ngumpul:

SABTU, 2 AGUSTUS 2008

di Auditorium Gelanggang Remaja BULUNGAN (jl. Raya Bulungan No. 1, Jakarta Selatan), dari jam 9 pagi- 1 siang.

Di sana kita gelar acara MENYUSUI SERENTAK! Jangan takut, nggak bakal porno kok, karena masing-masing peserta akan menyusui dengan apron yang dibagikan gratis! Sekalian deh kita kopdar, sharing pengetahuan dan pengalaman plus dapet ilmu tambahan lagi tentang ASI karena akan ada talkshow juga bersama dokter Utami Roesli dan seleb yang masih menyusui.

Biar tambah seru lagi, siap-siap juga dapet DOOR PRIZE ya! Untuk bunda yang mau cari pernak-pernik seputar menyusui, di sini juga tempatnya, soalnya ada BAZAAR yang lengkap banget! Seru kan, all in one deh semua tentang ASInya!Ada beberapa persyaratan untuk ikutan acara ini:

  • Peserta akan dibatasi sebanyak 200 orang.
  • Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 30 Juli 2008 pukul 18.00 WIB.
  • Masih menyusui (baik bayi maupun toddler).
  • Selama acara DILARANG memperlihatkan dot dan botol susu beserta isinya.
  • HTM : Rp 25.ooo/orang
Yuk rame-rame daftar ke:Putri Tambunan di daftar-event@aimi-asi.org

Sampai ketemu ya di sana... Salam ASI!

--Nia Umar

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)

nia@aimi-asi.org | www.aimi-asi.org

Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia

AIMI adalah organisasi nirlaba yang berbasis kelompok sesama ibu menyusui dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, informasi tentang ASI & prosentase ibu menyusui di Indonesia.

- dari milis asiforbaby (oleh AIMI)

Catatan:Kalau Anda tertarik dengan material promosi untuk World Breastfeeding Week (WBW) ini, silakan download material berikut dari WBW International.

Seputar Merawat Bayi (2)

Ini adalah bagian kedua dari tulisan ini. Tulisan pertama dapat Anda temukan disini.

Baluri seluruh tubuhnya dengan bawang merah, bila bayi panas.

Bau, dong! Panas tak pernah turun karena bawangnya, tapi karena waktu memborehkan bawang, semua baju dibuka dan terjadi penguapan dari permukaan kulit yang basah. Itulah mengapa, praktek membungkus bayi rapat-rapat dengan beberapa lapis pakaian pada waktu bayi panas justru akan menyebabkan suhu tubuh semakin panas. Bila bayi panas, jangan membungkus bayi terlalu rapat atau dengan pakaian terlalu tebal.

"Malah lebih baik kalau semua pakaiannya dilepaskan, agar terjadi penguapan atau pelepasan panas dari tubuh bayi ke udara sekitar," tutur Eric. Bahkan, dikompres sambil telanjang pun boleh. Namun tentunya, sebelum itu si bayi sudah diberi obat penurun panas. Tak usah cemas bayi Anda akan semakin parah sakitnya. Kecuali, bila kemudian Anda tak membawanya ke dokter untuk mengatasi penyebabnya. Bukankah penyebabnya yang harus diatasi, karena penyebabnya inilah yang membuat si bayi menjadi panas.


Lepaskan semua pakaian bayi, lalu dekap di dada ibu/ayah yang tanpa busana pula. Dengan demikian bisa menurunkan panas.
Memang hal ini juga bisa dilakukan pada bayi yang mengalami panas untuk mengurangi panasnya. Tapi panas badan kita, kan, normalnya 37 derajat Celcius, sedangkan suhu udara jauh lebih rendah, sekitar 28-30 derajat Celcius. Jadi, penetralannya lebih baik ketimbang badan ibu/bapaknya.

Bayi perlu diurut bila mengalami keseleo/kecengklak.
Dunia medis tak mengenal istilah keseleo/kecengklak. Mengurut bayi justru dapat menyebabkan cedera jaringan bila cara pijatan dan urutannya berlebihan, apalagi di tempat-tempat organ berbahaya semisal perut.

Bayi tak boleh tidur ditengkurapkan karena susah bernafas.
Salah! Tidur tengkurap lebih nyaman buat bayi karena membuatnya lebih nyenyak dan tak rewel, serta membantu rekoil pernafasan dada lebih teratur. Sejak lahir pun, setiap saat diletakkan di tempat tidur, bayi boleh ditengkurapkan. Pengalaman menunjukkan, dengan sering ditengkurapkan, perkembangan motoriknya angkat kepala, tengkurap, bolak-balik, duduk, dan sebagainya- lebih baik.

Keberatan tidur tengkurap belakangan ini sering dikaitkan dengan tulisan mengenai SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) yang sering terjadi di negeri Barat karena bayi tidur di ranjang terpisah dari orang tua, kadang di kamar yang terpisah pula. Sedangkan di Indonesia, umumnya bayi tidur di samping orang tua dan jarang sekali ditinggal sendiri. Jadi, tak perlu takut dengan SIDS hanya karena menengkurapkan bayi.


Bayi tak boleh didudukkan karena takut susah kencing.
Tidak benar! Jikapun nasihat ini diikuti, boleh saja; toh, tak akan merugikan bayi.

Bila bayi kembung, laburi perutnya dengan daun-daunan obat.
Justru berbahaya bila kulit bayi sangat sensitif karena menimbulkan iritasi. Bila bayi mengalami kembung, cukup ditengkurapkan; karena dalam posisi tersebut, bayi akan banyak mengeluarkan angin. Nanti kembungnya akan hilang sendiri.

Bayi perlu diberi penghitam mata di alis mata (sipat) agar matanya jernih.
Tak ada hubungannya antara mata jernih dengan pemberian penghitam mata. Jikapun ingin diberikan, boleh saja karena tak ada bahayanya bagi bayi.

Jika bayi sering belekan, baluri di atas alis matanya dengan kunyit yang sudah dihaluskan agar saat bangun tidur, tahi matanya keluar semua sehingga enggak belekan lagi.
Salah! Mata belekan disebabkan saluran mata -masing-masing di sudut mata dekat hidung- bayi masih terlalu halus (salurannya masih sempit sekali) sehingga bila ada kotoran atau partikel-partikel di sudut mata yang mau dibersihkan di saluran tersebut namun ukurannya lebih besar dari salurannya, maka mengumpullah kotorannya di sudut mata. Itulah yang disebut belekan. Untuk mengatasinya, lakukan pemijatan sesering mungkin pada masing-masing saluran mata.

Pemberian Makanan Padat Pertama

Cari tahu kiat-kiatnya, dan ikuti langkah-langkahnya. Maka, kegiatan memperkenalkan makanan padat pertama bisa menjadi saat-saat yang menyenangkan, baik bagi Anda maupun si kecil.

Seringkali, di antara rasa bahagia dan bangga mengikuti proses tumbuh kembang bayinya, terselip rasa cemas dalam hati sang ibu. Mungkin, Anda juga kerap bertanya-tanya, “Kapan ya, buah hatiku siap menerima makanan padat pertamanya?” Atau, “Jenis makanan seperti apa yang sebaiknya diberikan, dan sebaliknya, yang harus dihindari?” Bagaimanapun juga, setiap orang tua tentu ingin anaknya senantiasa tumbuh sehat, aktif, ceria dan cerdas.

Cari saat yang tepat
Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, dengan manajemen laktasi yang baik, produksi ASI dinyatakan cukup sebagai makanan tunggal untuk pertumbuhan bayi yang normal sampai usia enam bulan. Selain itu, pemberian ASI eksklusif hingga enam bulan ini dapat melindungi bayi dari risiko terkena infeksi saluran pencernaan.

Setelah enam bulan, pemberian ASI saja hanya memenuhi sekitar 60-70% kebutuhan bayi. Dengan kata lain, selain ASI, bayi membutuhkan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Selain itu, bila MP-ASI tidak segera diberikan, masa kritis untuk mengenalkan makanan padat yang memerlukan keterampilan mengunyah (6-7 bulan) dikhawatirkan akan terlewati. Bila ini terjadi, di kemudian hari bayi akan mengalami kesulitan untuk menelan makanan, atau akan menolak makan bila diberi makanan padat.

Pada usia 9-12 bulan, keterampilan mengunyah bayi semakin matang. Selain itu, pada usia ini, kepala serta tubuh bayi juga semakin stabil, sehingga memudahkannya mengembangkan kemampuan makan secara mandiri.

Berikan bertahap
Pemberian makanan padat pertama bayi sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Mutu bahan makanan. Bahan makanan yang bermutu tinggi menjamin kualitas zat gizi yang baik.
  • Tekstur dan konsistensi (kekentalan). Mula-mula, beri bayi makanan yang lumat dan cair, misalnya bubur susu atau bubur/sari buah (pisang, pepaya, jeruk manis). Secara bertahap, makanan bayi dapat lebih kasar dan padat. Bayi yang telah berusia enam bulan bisa diberi nasi tim saring lengkap gizi. Memasuki usia delapan bulan sampai satu tahun, bayi mulai bisa diberi makanan yang hanya dicincang.
  • Jenis makanan. Untuk permulaan, bayi sebaiknya diperkenalkan satu per satu jenis makanan sampai ia mengenalnya dengan baik. Tunggulah paling tidak empat hari sebelum Anda memperkenalkan jenis makanan yang lain. Selain bayi akan benar-benar mengenal dan dapat menerima jenis makanan yang baru, Anda pun bisa mengetahui ada tidaknya reaksi alergi pada bayi.
  • Jumlah atau porsi makanan. Selama masa perkenalan, jangan pernah memaksa bayi menghabiskan makanannya. Umumnya, pada awalnya bayi mau menerima 1-2 sendok teh makanan. Bila ia telah semakin besar, Anda dapat memberikan porsi yang lebih banyak.
  • Urutan pemberian makanan. Urutan pemberian makanan pendamping ASI biasanya buah-buahan, tepung-tepungan, lalu sayuran. Daging, ikan dan telur umumnya diberikan setelah bayi berumur enam bulan. Bila bayi menujukkan gejala alergi, telur baru diberikan setelah usianya satu tahun.
  • - Jadwal waktu makan harus luwes atau sesuai dengan keadaan lapar atau haus yang berkaitan dengan keadaan pengosongan lambung. Dengan demikian, saluran cerna bayi lebih siap untuk menerima, mencerna, dan menyerap makanan pada waktu-waktu tertentu.

Perhatikan gizi seimbang
Selama minggu-minggu pertama, pemberian makanan padat hanya ditujukan bagi perkenalan rasa dan tekstur makanan, bukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Perlu diingat, makanan utamanya masih ASI atau pengganti ASI. Jadi, ia hanya perlu diberi makanan padat sekali sehari. Selanjutnya, sejak minggu ke enam sampai ke delapan, tingkatkan jumlah dan jenis makanannya, sampai akhirnya ia mendapat makanan tiga kali sehari.

Saat bayi mulai bisa makan makanan yang ditim, baik tim saring maupun tim biasa, Anda sebaiknya mulai menerapkan gizi seimbang. Gizi seimbang ini bisa didapat dengan pemilihan bahan makanan yang beraneka ragam. Penganekaragaman disesuaikan dengan bahan makanan yang biasa dikonsumsi sesuai usia bayi.

Zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi adalah karbohidrat, protein, mineral (misalnya zat besi) dan vitamin (terutama vitamin C, B1 dan niasin). Bagaimana dengan lemak? Anda sebaiknya tidak memberinya makanan yang terlalu banyak mengandung minyak, santan, mentega atau margarin. Karena, lemak yang dikandung oleh bahan-bahan makanan ini akan memperberat kerja sistem pencernaan bayi.

Namun, mengingat beberapa jenis zat gizi, misalnya vitamin A, membutuhkan lemak agar dapat diserap oleh tubuh, maka nasi tim saring yang diberikan pada bayi sebaiknya ditambahkan sumber-sumber lemak tersebut. Misalnya, pada bayi usia enam bulan, nasi timnya dapat ditambah satu sendok teh minyak/margarin, atau satu sendok makan santan.

Hal lain yang harus Anda ingat, saat makanan padat menyelingi jadwal minum susu bayi adalah, ia perlu minum untuk memuaskan rasa hausnya dan membantu melancarkan kerja pencernaannya. Kebutuhannya ini sebaiknya Anda penuhi dengan memberinya minum air putih matang, sari buah segar atau makanan yang berkuah.

Ciptakan pengalaman yang menyenangkan
Pada dasarnya, cara pemberian makanan jangan terlalu memaksa bayi, yaitu dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang banyak. Perlu diingat, bayi yang frustrasi cenderung akan bersikap lebih baik melawan daripada makan. Jadi, biarkanlah ia menikmati acara makannya. Bila pengalaman pertama ini menyenangkan, maka untuk selanjutnya segalanya akan menjadi lebih mudah.

Sumber lain:
  1. Perlukah Membedong Bayi?
  2. Aneka Mitos
  3. Mitos & Fakta Seputar Perawatan bayi
  4. Tanda-tanda pada Bayi
  5. 30 Hari Pertama menjadi Ibu
  6. 16 Mitos Seputar Bayi
Zemanta Pixie

Seputar Merawat Bayi (1)

Berhubung tulisan ini terlalu panjang, maka saya putuskan untuk dibuatkan dalam 2 posting aja. Ini adalah bagian pertama. Bagian kedua ada disini.

Bayi tak Boleh Dipakaikan Gurita

Begitu kata dokter, kebalikan dari kebiasaan yang terjadi selama ini. Memang, tak sedikit kebiasaan turun- temurun dalam merawat bayi yang bertentangan dengan dunia medis. Bagaimana kita menyikapinya?

Dalam merawat sang buah hati, hampir bisa dipastikan kita akan "dihujani" oleh segala macam nasihat ataupun larangan dari lingkungan, entah kakek-nenek, orang tua, kaum kerabat, maupun tetangga. Umumnya, nasihat/larangan tersebut merupakan kebiasaan-kebiasaan praktek perawatan bayi yang bersifat turun-temurun.

Namun, "seringkali nasihat dan larangan tersebut tak bisa diterima akal sehat, meskipun ada pula yang kedengarannya masuk akal," ujar dr. Eric Gultom, Sp.A. dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo dalam cara Ibu Bayi dan Balita di ANTeve, kerja sama nakita dengan PT Endrass Perdana. Misalnya, bayi tak boleh digendong dengan kedua tungkai memeluk tubuh ibu agar kelak tungkainya tak pengkor, bengkok, atau melengkung. Begitu pula dengan nasihat untuk membedong bayi agar kelak bentuk kakinya jadi bagus.

"Kedengarannya memang masuk akal bahwa cara menggendong dengan posisi demikian mungkin saja akan menyebabkan pengkar. Apalagi pada kenyataannya, saat lahir, tungkai bayi memang penampilannya bengkok atau melengkung," tutur Eric yang juga berpraktek di RSIA Lestari, Cirendeu dan RS Medistra. Tapi, lanjutnya, bila dijelaskan dengan cara lain, akan tampak penjelasan tersebut kurang masuk akal.


Semua bayi, tutur Eric, kakinya memang akan tampak melengkung ketika lahir. Pasalnya, rongga rahim sangat terbatas ruangnya. Nah, agar si bayi cukup dalam rongga rahim, posisinya harus sedemikian rupa sehingga kedua tungkai dalam posisi bersila dan melengkung ke atas. "Tentunya dalam posisi demikian selama 9 bulan, akan menyebabkan kedua tungkai penampilannya melengkung ketika lahir." Selain itu, tulangnya masih lebih lunak dan sedang bertumbuh sehingga gampang sekali terbentuk melengkung.

Kendati demikian, tungkai yang melengkung ini berangsur-angsur akan lurus kembali sejalan dengan pertumbuhan bayi. Kecuali bila ada faktor genetik dimana salah satu orang tua penampilan tungkainya tak lurus atau melengkung, akan diturunkan pada anaknya. Jadi, tukas Eric, "melengkung tidaknya tungkai tak tergantung posisi ketika menggendong bayi." Begitupun bila bayi tak dibedong, kakinya akan tumbuh lurus sesuai potensi genetik yang dimilikinya.

Membahayakan Bayi
Berbagai praktek perawatan bayi yang mengikuti kebiasaan-kebiasaan turun-temurun ini, menurut Eric, seringkali bukan hanya kurang dapat diterima dasar ilmiahnya, tapi juga bisa merugikan. Misalnya, pemakaian gurita untuk bebat perut bayi. Kata orang, supaya bayi jangan masuk angin." Ada pula yang bilang, agar perutnya enggak besar dan pusarnya enggak bodong.

Dalam dunia medis, tuturnya, tak dikenal istilah masuk angin. "Istilah ini mungkin maksudnya aerophagia , yaitu bayi banyak mengandung udara di lambungnya sehingga terlihat kembung. Hal ini bisa disebabkan bayi menangis lama atau cara minum susu botol kurang betul." Jadi, Bu-Pak, sama sekali tak ada kaitannya dengan pemakaian gurita.

Begitupun dengan perut besar dan pusar bodong. "Besar kecilnya perut ditentukan oleh ketebalan kulit, lemak kulit, dan otot perut yang sanggup menahan daya dorong isi perut atau usus keluar. Secara alamiah, usus, kan, berusaha mendorong keluar," terang Eric. Nah, pada bayi, lanjutnya, kulit maupun lemak dan ototnya masih tipis karena belum tumbuh, sehingga belum mampu menahan ususnya yang mendorong keluar. Jadilah si bayi kelihatannya seperti kembung, perutnya agak besar. "Nanti, bila kulit dan lemak serta ototnya sudah lebih tebal, akan lebih sanggup menahan daya dorong tersebut." Jadi, tak akan gendut lagi, kecuali kalau makannya memang banyak.

Sama halnya dengan pusar bodong, "Bila perutnya membesar, tentu pusarnya akan menonjol, dong," tukas Eric. Tak demikian halnya setelah ketebalan kulit, lemak kulit, dan ototnya bertumbuh menjadi lebih tebal. Jadi, bukan lantaran dipakaikan gurita maka pusarnya jadi enggak bodong. Jikapun si bayi sampai punya pusar bodong, menurut Eric, karena bagian dari puntung tali pusatnya memang sejak awalnya sudah lebih besar. "Jadi, sejak lahir pusarnya memang sudah bodong, bukan karena tak dipakaikan gurita."

Pemakaian gurita, tutur Eric lebih lanjut, sebenarnya justru dapat merugikan bayi. "Bayi jadi kepanasan dan banyak keringat sehingga bisa mengalami keringet buntet di bawah lapisan gurita." Selain itu, bila pemakaian gurita terlalu ketat, "akan mengganggu gerak pernafasan bayi." Soalnya, bayi bernafas lebih dominan menggunakan gerak pernafasan perut. Jadi kalau kita bebat dia erat-erat di bagian perut, tentu akan mengganggu pernafasannya."

Contoh lain dari kebiasaan turun-temurun yang membahayakan bayi ialah membubuhkan bahan-bahan tradisional pada tali pusat yang belum puput. Hal ini bisa menimbulkan infeksi. "Perawatan tali pusat cukup dilakukan dengan menggunakan alkohol 70 persen," ujar Eric. Sebab, alkohol 70 persen dapat membunuh kuman dan mencegah berkembang-biaknya kuman, sehingga tali pusat pun terhindar dari infeksi.

Masih banyak lagi kebiasaan-kebiasaan turun-temurun yang sampai sekarang masih sering dijumpai dalam praktek perawatan bayi sehari-hari. Saran Eric, sebaiknya Bapak dan Ibu tanyakan dulu kepada dokter, apakah ada bahayanya bagi bayi Anda. Bila tidak, prakteknya terpulang kepada Bapak-Ibu sendiri sebagai orang tua si bayi.

- Julie Erikania

Aneka Kebiasaan Turun Temurun Perawatan Bayi

ASI harus dibuang dulu sebelum menyusu. Alasannya, ASI yang keluar adalah ASI lama (basi).
ASI tak pernah basi! Biasanya yang dimaksud dengan ASI lama adalah ASI yang berwarna kekuningan dan kental; penampilannya memang seperti cairan tak segar. Padahal, ASI kekuningan tersebut yang paling baik mutunya. "Kandungan nutriennya paling tinggi dan memang diperolehnya pada tetesan ASI paling awal," jelas Eric Gultom.

Warna dan penampilan ASI putih keruh serta encer sering pula diasumsikan sebagai ASI kualitas jelek.
Hal ini sama sekali tak benar! "Warna dan kejernihan ASI sangat tergantung bahan nutrien yang terkandung di dalamnya," jelasnya lagi. Perlu diingat, tak ada ibu yang mempunyai ASI seputih dan seindah penampilan susu formula. Namun begitu, kualitas ASI tak dapat ditandingi oleh susu formula manapun.

Usai melahirkan, ibu harus makan ayam arak agar tubuhnya hangat dan ASI-nya banyak atau minum jamu-jamuan untuk kesegaran ibu.
Hal ini justru berbahaya karena sering berpengaruh terhadap kandungan nutrien ASI dan menyebabkan bayi kuning. Kandungan dalam ayam arak -mungkin araknya- dan jamu-jamuan, menurut observasi dokter dan para bidan, seringkali berkaitan dengan timbulnya kuning pada bayi, suatu keadaan yang secara medis disebut ikterus atau hiperbilirubinemia. "Bila kadar kuningnya tinggi, dapat membahayakan bayi karena, bahan kuning ini bukan hanya akan melekat di mata maupun kulit sehingga jadi kuning, tapi juga di sel-sel otak," terang Eric.

Bayi harus dimandikan dengan air hangat agar tak masuk angin.
Memandikan bayi dengan air hangat tak perlu apabila bayi Anda normal, cukup bulan dan dalam keadaan sehat. Mandikanlah sehari dua kali, gunakan sabun bayi dan cuci rambut dengan sampo bayi. Perlakukan bayi sebagaimana layaknya Anda sebagai orang sehat mandi dan mencuci rambut.

"Mandi dengan air hangat tujuannya terutama agar bayi tak kedinginan atau hipotermi dalam bahasa kedokterannya. Tapi, sebagai bayi normal yang sehat, bayi Anda dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut," terang Eric. Jadi, Bu-Pak, tak usah takut memandikan si kecil dengan air dingin selama kondisinya normal dan sehat serta dalam cuaca yang tak dingin.


Kepala tak boleh dibasahi saat bayi dimandikan.
Nasihat ini tentulah tak benar. Jika kepala bayi tak pernah dibasahi, kotoran di kepala jadi menumpuk dan bercampur dengan endapan lemak sehabis dilahirkan. Akibatnya, timbullah kerak kepala yang sering disebut sarapen atau dalam istilah medisnya, dermatitis seboroik.

Bayi tak boleh dimandikan jika tali pusatnya belum lepas.
Salah! Justru tali pusatnya harus dibersihkan, lalu dikeringkan dengan alkohol 70 persen.

Kepala bayi perlu diberi pupur agar tak gampang pilek.
Tak ada hubungannya antara pilek dan diberi pupur. "Pilek lebih sering terjadi bila bayi tertular orang dewasa yang pilek dan mencium bayinya," urai Eric. Sebaliknya, pupur dapat menyebabkan banyak kerak di kepala dan merupakan media tumbuh kuman yang baik bila tak dibersihkan dengan baik.

Bayi harus dibedaki sesudah mandi agar tubuhnya harum. Sehabis BAK, selangkangannya dikeringkan dengan bedak. Begitu juga bila tubuhnya berkeringat, dikeringkan dengan bedak.
Sebaiknya bedak tak digunakan jika dimaksudkan untuk membuat tubuh bayi harum, mengeringkan keringat, bekas BAK atau sesudah cebok.

Di negeri tropis, bayi Anda memang akan cenderung lebih sering berkeringat. Campuran bedak dengan keringat, terang Eric, merupakan media yang baik untuk berkembang biaknya kuman di permukaan kulit, terutama di daerah tertutup dan lipatan leher, ketiak, atau selangkangan. Lagi pula campuran air dan bedak akan menutup pori-pori kulit bayi yang sangat halus dan menyumbat pernafasan kulit serta saluran kelenjar keringat, terutama bila diborehkan terlalu tebal. Hal ini menyebabkan lebih banyak keringet buntet dan ruam (kemerahan) di permukaan kulit.


Bedak hanya boleh dipakai untuk mencegah tergoresnya kulit kering. Akan tetapi, kulit kering jarang terjadi di negeri tropis karena udaranya cukup lembab sehingga kulit cenderung lebih basah; berbeda di negara empat musik yang kelembaban udaranya lebih rendah. Jikapun Anda ingin si kecil dipakaikan bedak, sebaiknya bubuhkan tipis-tipis di permukaan kulit, terutama bagian tubuh yang mudah tergores.

Bagaimana dengan minyak-minyakan dan baby oil?
Bahan minyak-minyakan, misalnya, minyak telon dan minyak kayu putih, sering diborehkan dengan alasan mencegah masuk angin dan menghangatkan tubuh bayi, terutama minyak kayu putih. Jadi, hal ini sering dipraktekkan.

Namun demikian, ingat Eric, pemakaiannya harus hati-hati. Soalnya, respons kulit bayi terhadap kandungan minyak telon dan minyak kayu putih berbeda-beda. Jika timbul kemerahan dan gejala iritasi (kulit kering seperti terbakar dan bersisik/beruntusan), sebaiknya pemakaian dihentikan.

Baby oil lebih parah lagi dalam menyumbat pori-pori kulit dan saluran kelenjar keringat karena partikelnya lebih besar dan lebih kental. Jadi, sebaiknya tak diberikan untuk kulit bayi Anda.

Bayi harus diberi pisang atau nasi kepal/ulek agar tak kelaparan.
Salah dan berbahaya! Sistem pencernaannya belum sanggup mencerna atau menghancurkan makanan tersebut. Dengan demikian, makanan tersebut akan mengendap di lambung dan menyumbat saluran pencernaan, sehingga akhirnya bayi jadi muntah. Itulah mengapa, sebelum usia 4 bulan, bayi belum boleh diberikan makanan tambahan. Jadi, Bu-Pak, tak usah takut si kecil akan kelaparan. Toh, di usia tersebut, makanannya memang cuma ASI dan ia pun boleh menyusu ASI sepuasnya kapanpun ia menginginkannya.

Bayi harus diberi susu lebih kental agar cepat gemuk.
Salah! Susu yang sangat kental juga tak dapat dicerna dan menyebabkan endapan susu di lambung sehingga bayi jadi muntah.

Bayi boleh diberi air tajin sebagai pengganti susu/pelarut susu.
Air tajin tak dapat menggantikan susu karena kandungan nutriennya kurang; juga, tak perlu dipakai sebagai pelarut bila pengenceran susu dengan air matang sudah sesuai petunjuk pelarutan yang diberikan pada setiap kemasan susu kaleng.

Susu kaleng perlu dicampur-campur (berbagai merek dagang) agar keunggulan masing-masing susu dapat dikonsumsi sekaligus oleh bayi.
Jangan termakan iklan, dong! Semua keunggulan yang diiklankan tersebut tak ada yang dapat menyaingi keunggulan ASI.

(Bersambung ke bagian-2)

Sumber lain:
  1. Perlukah Membedong Bayi?
  2. Aneka Mitos
  3. Mitos & Fakta Seputar Perawatan bayi
  4. Tanda-tanda pada Bayi
  5. 30 Hari Pertama menjadi Ibu
  6. 16 Mitos Seputar Bayi